Dengan Orang – Orang Fakir...

           Manusia zaman sekarang, banyak terpengaruh dengan budaya dan pemikiran untung – rugi. Sehingga dalam kehidupannya manusia terbagi menjadi dua ;
  • Orang kaya ; yaitu mereka yang leluconnya mendadak akan tetapi banyak orang yang tertawa terpingkal – pingkal setelah mendengarnya. Sedikit dianggap salah dan jika terjadipun tidak pernah diambil pusing.
  • Orang miskin ; yaitu mereka yang tidak bisa membuat orang lain tertawa, bahkan tersenyum sekalipun. Kesalahannya sangat banyak, tidak terhitung. Jika berbuat salah, orang – orang akan segera berteriak saling bersahutan untuk mengadilinya.

Siapakah Orang Yang Paling Anda Cintai..?

           Seseorang yang memiliki potensi tinggi dalam halnya bersosialisasi, adalah ketika ia seringkali melakukan kegiatan sosial dan melaluinya dengan sikap profesional. Sehingga orang yang dihadapinya merasa nyaman setiapkali berada di dekatnya. Merasa puas acapkali berbicara dengannya. Dengan kelembutan, keramahan dan perhatian yang anda berikan ini, orang akan semakin merasa tertarik dengan gaya anda. Buatlah seakan – akan mereka adalah orang yang paling anda cintai, sehingga dengan sendirinya merekapun akan bersikap sama terhadap anda. Terlebih jika anda dapat membuat sensasi yang tidak pernah mereka rasakan sebelumnya kecuali dari anda seorang. Maka tak ayal lagi hati mereka akan bertekuk lutut di hadapan anda.

Selalu Tampil Beda....!

           Mengapa ketika ada dua orang berbincang - ria terkadang harus diakhiri dengan pertikaian, pedebatan dan permusuhan. Sementara di sisi lain tampak dua orang yang tengah musyawarah dan berakhir dengan damai, malah semakin mempererat ikatan persahabatan. Tahukah anda, itulah sebenarnya yang dinamakan dengan potensi dialektika.
          Mengapa tatkala dua orang yang sedang berkhutbah, tampak para hadirin barisan depan setengah mengantuk atau bahkan tertidur. Di barisan tengah tampak pendengar yang telah beberapa kali mengganti posisi duduk karena pegal. Sementara di mesjid yang satu lagi, tampak para hadirin barisan depan sangat antusias sekali, seperti tidak mau

Tak Usah Menangisi Susu Yang Tumpah...

          Sebagian orang beranggapan bahwa tempat tinggal atau lingkungan sekitar, sikap dan pandangan masyarakat kepada dirinya merupakan hal mutlak. Tidak dapat dirubah lagi. Di atas itulah watak dan kepribadiannya dibangun, tidak mungkin bisa merubah sifat dasar yang bertahun – tahun tumbuh dari sana. Mereka hanya dapat pasrah menerima semua ketentuan itu, tanpa ada usaha untuk merubahnya ke arah yang lebih baik. Seperti pasrahnya memiliki postur tubuh yang pendek, warna kulit gelap, yang tidak mungkin dapat dirubah lagi.
            Padahal bagi seorang yang cerdas, merubah kebiasaan atau sifat buruk itu bisa dianggap lebih mudah daripada sekedar merubah pakaian. Maka watak dan kepribadian kita, sungguh tidak seperti air susu yang telah terjatuh hingga tidak dapat diambil kembali ke dalam gelas untuk kemudian diminum. Akan tetapi, ia berada dalam genggaman tangan kita. Bahkan kita dapat merubah sifat orang lain dengan metode – metode tertentu, atau mungkin saja merubah akal mereka.