Selalu Tampil Beda....!

           Mengapa ketika ada dua orang berbincang - ria terkadang harus diakhiri dengan pertikaian, pedebatan dan permusuhan. Sementara di sisi lain tampak dua orang yang tengah musyawarah dan berakhir dengan damai, malah semakin mempererat ikatan persahabatan. Tahukah anda, itulah sebenarnya yang dinamakan dengan potensi dialektika.
          Mengapa tatkala dua orang yang sedang berkhutbah, tampak para hadirin barisan depan setengah mengantuk atau bahkan tertidur. Di barisan tengah tampak pendengar yang telah beberapa kali mengganti posisi duduk karena pegal. Sementara di mesjid yang satu lagi, tampak para hadirin barisan depan sangat antusias sekali, seperti tidak mau
mengerdipkan mata barang sekali saja. Di bagian tengah tak satupun yang terlihat mengantuk atau bahkan tidur. Semuanya memperhatikan sang Khatib dengan penuh semangat. Maka ketahuilah wahai para pembaca, bahwa itulah yang dinamakan dengan potensi oratika / kemampuan berorasi.
Mengapa tatkala seseorang berbicara di tengah kawan – kawannya, mereka langsung diam, dengan semangat melihat ke arah pembicara. Sementara ketika orang lain yang bicara, tidak ada tanggapan dan perhatian dari kawan – kawannya. Malah masing – masing disibukkan dengan mengobrol dan berbagai aktifitas lain melalui handphone - nya. Maka ketahuilah saudaraku, itulah yang dinamakan dengan kemampuan berbicara.
          Ketika seorang pengajar berjalan di halaman sekolahnya, tiba – tiba dengan sangat antusias para murid mengucapkan salam dan mencium tangannya. Di kelas anak – anak dengan penuh semangat bertanya kepadanya. Mempertanyakan banyak masalah, bahkan ruangan perpustakaan hampir penuh jika dia yang mengajar. Sementara pengajar lain, atau bahkan kebanyakan para pengajar yang ada tidak ada yang menyalaminya tatkala ia berjalan di halaman sekolah. Atau bahkan ketika bertemu di jalan umum sekalipun. Tidak ada satu orang muridpun yang mengucapkan salam dan mencium tangannya.
Mengapa bisa terjadi seperti itu...?
          Itulah yang disebut dengan potensi sosialisasi. Kemampuan bagaimana seseorang dapat menarik hati orang lain.
         Mengapa tatakala seseorang memasuki satu ruangan, orang – orang mendadak memasang muka ceria menyambutnya. Saling bergantian menyalami dan memeluknya. Kemudian masing – masing merasa ingin duduk bersebelahan dan selalu dekat dengannya. Sementara seseorang yang lain, tatkala ia masuk, tidak ada sambutan hangat yang diterima. Atau mungkin ada, tapi hanya sebatas basa – basi, untuk kemudian orang – orang memilih tempat duduk yang agak menjauh dari dia. Tidak ada satu orang pun yang peduli dan mempersilahkan duduk di sampingnya. Mengapa..?


Itulah kemampuan merangkul hati dan mendapatkan cinta dari orang lain.
          Seorang ayah, ketika memasuki rumahnya, dengan sontak anak – anak langsung berteriak menyambutnya menyalami dan meminta digendong penuh rasa cinta. Sementara ayah yang lain, tidak ada sambutan dari anak – anaknya, apalagi ciuman dan permintaan digendong. Tidak pernah terjadi di dalam keluarganya. Mengapa..?
Itulah kemampuan menarik hati anak – anak...
          Dengan berbagai sifat, kondisi dan kemampuan sosialisasi yang berbeda antara satu sama lain. Dengan perbedaan itulah sikap dan perlakuan orang – orangpun tidak sama kepada kita. Dan perlu diketahui bahwa menarik hati orang lain serta mendapatkan kecintaan mereka terhadap anda, tidak sesulit yang anda bayangkan.!

0 komentar:

Posting Komentar