Bimillahirrahmanirrahiem.....
Rabu, 07 Juli ‘10
Bangun subuh hari ini, aku langsung mandi dan beres2 lemari. Aku pastikan agar tidak ada satupun barang yang tertinggal di sini. Semua barang2ku sudah ku masukkan tinggal sandal yang masih aku pakai. Setelah mencari plastik hitam aku masukan sandalku ke dalam tas yang sekarang semakin terasa sempit
dengan dua barang tambahan sebagai hadiah dari perlombaan kemarin. Jam setengah tujuh pagi kita sudah berada di dalam bus. Padahal kita belum mengambil sarapan dan mat’am sendiri buka pukul tujuh pagi, tapi katanya nanti panitia akan membagikan sarapan pagi di dalam mobil. Jam tujuh dua puluh lima menit, kita berangkat meninggalkan asrama iskandariyah, selamat tinggal ya iskandariyah.....
Tidak lama setelah kami meniggalkan asrama, panitia membagikan menu pagi kepada seluruh penumpang. Dan kamipun lalui perjalanan pulang menuju Kairo disamping melihat2 pemandangan kota Alexandria juga sambil menikmati menu pagi yang disdiakan panitia. Sampai aku hilang kesadaran antara di alam sadar atau mimpi. Yang jelas tidak lama setalah itu bus berhenti untuk istirahat. Aku dan kawan2 keluar dari bus dan setelah melalui aktifitas masing2, kami pergi ke tempt tidak jauh dari bus. Di sana kami lihat ada banyak kebun jagung. Sebua pemandangan yang langka aku dapatkan selama di Mesir, apalagi di Kairo. Makanya tidak heran jika kawan2 pada berebut untuk mengabadikan photo mereka di sekitar kebun ini. Sayangnya memori kameraku habis sudah terpakai sekitar 1070 an photo. Akhirnya kami gunakan kamera hape masing – masing.
Sekitar setengah jaman kita istirahat di sini, tidak lama kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju Kairo. Rupanya aku pikir tempat istiraat tadi tidak jauh dari kota Kairo, sebab tidak lama setelahnya kita sampai di mahattah Syubra Khaimah, yang merupakan akhir mahattah untuk kendaraan tramco di Kairo.
Aku tahu daerah ini bernama syubra dan segala hal yang berkaitan dengannnya berkat Mahmud yang memberitahuku saat pertama kali kita berangkat ke Alexandria dulu. Bahkan kata dia mahattah ini yang disebut kang abik dalam buku fenomentalnya ayat – ayat cinta. Sehingga kesan pertamaku tentang mahattah ini adalah Ayat – ayat Cintanya kang Abik.
Tidak beberapa lama setelah kami melewati daerah ini, akhirnya kami sampai juga di daerah Ahmad Sa’id tidak jauh dari asrama madinatul bu’uts al islamiyah di Kairo. Hanya beberapa menit kemudian kami sudah berada di depan gerbang asrama, dan kawan2 yang ada di luar terlihat melambaikan tangan ke arah kami sebagai tanda sambutan ahlan wa sahlan di kairo lagi.
Sampai di asrama ini jam menunjukkan pukul dua belas lebih seperempat menit. Berarti sama seperti saat kita sampai di asrama alexandria eminggu kemarin. Tanpa banyak ngobrol lag, aku langsung membawa tas ranselku ke kamarku tercinta, imaroh empat ba empat. Setelah samapai di dalam kamar, aku bersihkan sebentar, kemudian istirahat hingga sekitar pukul setengah tiga sore. Baru setelahnya aku shalat dhuhur dan pergi ke math’am untuk makan siang. Selesai sudah kisah rihlahku selma satu minggu di Alexandria.....alhamdulillah..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar